SINJAI- Greget-Id. Komisi I DPRD Kabupaten Sinjai berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan eksekutif guna menindaklanjuti polemik pelantikan dr. Anita sebagai kepala puskesmas (kapus) Bulupoddo yang dinilai memiliki rekam jejak bermasalah.
Sorotan pelantikan dr. Anita menggantikan Kapus sebelumnya dr. Intan Permata Sari pada Rabu (08/07/2026), telah diungkapkan Anggota DPRD, Andi Rusmiati Rustam pada sidang paripurna hak interpelasi DPRD. Jumat (10/07/2026).
Anggota DPRD partai Golkar ini mempertanyakan alasan pihak eksekutif mengembalikan dr. Anita sebagai Kapus Bulupoddo yang telah melukai hati dan perasaan masyarakat Bulupoddo yang waktu itu enggan memberikan pelayanan ambulance pada warfa sekarat hingga harus meninggal dunia.
Sementara itu, Intan Permata Sari dinilai cukup kompeten dan berkinerja baik selama mengemban amanah sebagai kapus Bulupoddo, sehingga kalaupun harus diganti atau dirotasi, mengapa pihak eksekutif memilih orang yang telah mencederai kualitas pelayanan. Tegas Rusmiati.
Sampai saat ini persoalan penempatan dan pengangkatan kembali dr, Anita tetap memantik reaksi masyarakat yang semakin gaduh, sehingga pihak DPRD memandang perlu untuk segera melakukan RDP guna memperjelas dan mempertegas alasan pemkab Sinjai.
Anggota Komisi I DPRD Sinjai, Muh. Ridwan yang dihubungi lewat ponselnya, membenarkan adanya rencana RDP tersebut.
Menurutnya, DPRD akan mengundang pihak Dinas Kesehatan, BKPSDMA, dan pihak terkait lainnya untuk menjelaskan duduk perkara serta akan menelisik apakah proses pemindahan tugas sudah sesuai dengan prosedur hukum dan aturan kepegawaian yang berlaku.
Dari RDP ini nantinya, pihak DPRD akan memberikan rekomendasi sebagai solusi yang diharapkan dapat meredam kekisruhan dan yang terpenting memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan terganggu. Jelas Ridwan.
Kita tentu berharap, kiranya pihak eksekutif baik DInas Kesehatan maupun BKPSDMA dapat memberikan penjelasan secara transparan dan akuntabel terkait proses pegusulan dan pengangkatan kembali dr. Anita, jangan ada dusta di antara kita, pintanya.
Selain itu, Ridwan juga sangat menyesalkan sikap para pembantu Bupati, baik Dinas Kesehatan maupun BKPSDMA yang mungkin dari awal sudah mengetahui jika pengangkatan kembali dr Anita di Kecamatan Bulupoddo akan menimbulkan masalah.
Namun entah karena lalai memberikan pertimbangan kepada Bupati, atau memang sengaja menggiring kebijakan Bupati dalam kekisruhan pada ruang publik, mudah-mudahan ini akan terungkap secara terang benderang dalam RDP nantinya.
No comments yet.