Breaking News
Categories
  • Artikel
  • Berita
  • Daerah
  • Desa
  • Editorial
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga dan Seni
  • Opini
  • Politik
  • Sinjai
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • PKM-RSH UNM Rumuskan Gagasan Siri Mind Therapy Sebagai Intervensi Inovatif Memutus Perilaku Cybercrime Berbasis Gaming Disorder pada Remaja Awal

    Sep 11 20267 Dilihat

    SOPPENG. Grget.id. Telah menjadi fakta obyektif, bahwa tingginya penetrasi pasar game online di Indonesia, membawa tantangan tersendiri bagi tumbuh kembang anak dan remaja yang terus merangsek hingga ke pelosok perdesaan.

    Demikian halnya dengan fenomena yang ditemukan mahasiswa Universitas Negeri Makkassar (UNM) di Kampung Taletting Kelurahan Botto Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan.

    Berdasarkan hasil observasi tim Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) UNM yang diketuai oleh Asmayani, mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengungkapkan, bahwa anak-anak usia 10–15 tahun di daerah tersebut menghabiskan waktu bermain game online hingga 5 hingga 10 jam per hari.

    Indikasi gaming disorder ini tidak hanya berdampak pada menyitanya waktu produktif anak, tetapi dengan durasi bermain yang berlebihan ditengarai berpotensi memicu gangguan perilaku yang mengarah pada tindakan kejahatan siber (cybercrime) berupa peretasan (hacking) akun milik teman, praktik judi, hingga belanja konsumtif untuk top-up fitur game.

    Dalam penelitian dengan responden 17 anak yang digolongkan sebagai masa remaja awal (10–15 tahun) yang berada pada fase krusial  kemampuan mengendalikan pikiran dan emosi yang belum sepenuhnya matang, tim PKM-RSH UNM menemukan bahwa perilaku siber berisiko ini didorong oleh beberapa factor.

    Pertama. Faktor Anomie (73,43%) merupakan faktor determinan tertinggi yang ,menunjukkan ketidakjelasan atau /longgarnya norma dan aturan yang dipahami anak saat beraktivitas di dunia digital.

    Kedua.  Social Control (71,25%). Kurangnya kontrol sosial, baik pengawasan dari orang tua, keluarga, maupun pihak sekolah.

    Ketiga. Differential Association (71,18%). Pengaruh kuat dari lingkungan pertemanan sebaya yang menganggap perilaku berisiko tersebut sebagai hal biasa.

    Keempat. Neutralization (70,44%). Kecenderungan anak untuk membenarkan tindakan salah mereka (rasionalisasi) agar tidak merasa bersalah.

    Temuan ini menegaskan bahwa maraknya perilaku cybercrime pada anak tidak semata-mata soal durasi layar (screen time), melainkan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial, persepsi nilai, dan rasionalisasi tindakan.

    Gagasan Inovasi “Siri Mind Therapy berbasis Budaya Lokal

    Dari temuan tersebut, tim peneliti merumuskan sebuah gagasan intervensi bertajuk *Siri Mind Therapy. Pendekatan ini mengombinasikan metode *Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu nilai *Siri na Pacce*.

    Melalui pendekatan CBT, anak-anak diajak dan diarahkan untuk memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan mereka. Anak dilatih untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pola pikir keliru yang memicu perilaku siber berisiko.

    Sementara itu, pengintegrasian nilai budaya *Siri na Pacce* berperan penting sebagai benteng moral. Nilai Siri (harga diri dan rasa malu untuk berbuat celaka dan salah) serta Pacce (empati dan kepedulian terhadap sesama) dimaksimalkan memperkuat kesadaran diri, rasa tanggung jawab, serta kepekaan sosial anak di ruang digital.

    Kehadiran inovasi Siri Mind Therapy memberikan sudut pandang baru dalam penanganan masalah kecanduan game online pada anak. Masalah ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan membatasi atau melarang jam bermain secara intuitif.

    Penanganan yang komprehensif membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari ketatnya pengawasan keluarga, pendampingan dari pendidik di sekolah, pembentukan lingkungan sebaya yang positif, hingga penanaman kembali nilai-nilai kearifan lokal.

    Langkah terpadu ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya fasih bereksplorasi dengan teknologi, tetapi juga cerdas, bijak, dan bertanggung jawab di ruang digital.

    Share to

    Related News

    Melalui Rakor Rencana Penataan Ulang RTR...

    by Nov 18 2025

    GREGET-Sinjai. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi (R...

    Polres Sinjai Apel Gelar Kesiapan Tangga...

    by Nov 05 2025

    Greget.Sinjai. Memasuki musim penghujan dan mengantisipasi potensi bencana hidrometereologi tahun 20...

    Akibat Cuaca Ekstrem, Trembesi di Sinjai...

    by Feb 11 2025

    SINJAI.GREGET.Id – Akibat cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang, pohon trembesi di Jal...

    BPBD Sinjai Pantau Debit Air Sungai Anti...

    by Feb 11 2025

    SINJAI.GREGET.Id – Meskipun intensitas curah hujan ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kec...

    Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 113 Tuntas...

    by Feb 10 2025

    SINJAI.GREGET.Id – Pj Sekretaris Daerah Drs. A. Ilham Abubakar melepas 149 Mahasiswa KKN Unhas Gel...

    Pj Bupati Sinjai Tinjau Pelaksanaan PKG ...

    by Feb 10 2025

    SINJAI.GREGAT.Id – Penjabat (Pj) Bupati Sinjai, Andi Jefrianto Asapa meninjau pelaksanaan program ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top