Editorial – Greget.id. Langkah strategis Bupati Sinjai, Hj. Rtanawati Arief dalam merombak dan melantik sejumlah pejabat struktural serta fungsional kini mulai membuahkan hasil manis.
Kebijakan penataan birokrasi yang sempat mengundang perhatian publik tersebut membuktikan bahwa penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan akselerasi kerja mampu mendobrak stagnasi instansi.
Dari jajaran perangkat daerah yang ada, Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag) tampil menonjol sebagai “bintang kejora” menjadi motor penggerak utama pencapaian kinerja Pemkab Sinjai saat ini.
Keberhasilan Disperindag menempati posisi puncak performa bukan tanpa alasan. Pascalantikan pejabat baru, dinas ini langsung tancap gas lewat berbagai terobosan nyata memutus mata rantai asosiasi masalah klasik yang menahun.
Seperti diketahui, sektor perdagangan, industri, dan energi daerah kerap tersandera oleh persoalan struktural yang diwariskan secara turun temurun.
Mulai dari carut marut tata kelola distribsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, antrean panjang di SPBU, fluktuasi harga kebutuhan bahan pokok yang memicu inflasi, penataan Kawasan pasar dan ruang publik yang tak kunjung usai hingga kelelahan mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cenderung menurun.
Masalah-masalah akut ini seolah menjadi “warisan abadi” dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya tanpa penyelesaian tuntas sebagaimana yang telah terjadi dalam lima kali pergantian kepemimpinan pada Disperindag Sinjai selama periode kepemimpinan Bupati Sinjai, Hj. Ratnwati Arif.
Namun dari pergantian pucuk pimpinan hingga ke level menengah pejabat struktural saat ini, Disperindag Sinjai laksana fajar menyingsing yang mulai menerangi kegelapan dengan cahaya menyejukkan.
Segenap potensi sumber daya aparat di bawah kepemimpinan Hj. Sukmawati, mulai mengurai stagnasi untuk kemudian bergerak cepat menggilas titik-titik kebuntuan secara sistematis dengan pendekatan normatif, terstruktur dan berbasis data serta regulasi yang kuat.
Hasil nyata pun kini terus menggelinding menyertai langkah dan upaya taktis Dinas Perindag, baik dalam upayanya menta ruang publik di Alun-alun Sinjai Bersatu, pengendalian dan normalisasi antrean di SPBU hingga pada upaya akselerasi penataan dan pembangunan Kawasan pasar yang mungkin akan segera diwujudkannya.
Gerak cepat ini membuktikan bahwa penyegaran personel di tubuh Disperindag berhasil menghadirkan kepemimpinan yang progresif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Fenomena ini menjadi bukti konkret bahwa pelantikan pejabat yang dilakukan Bupati Sinjai bukan sekadar agenda rutinitas birokrasi atau bagi-bagi jabatan semata.
Langkah tersebut merupakan kalkulasi matang untuk menempatkan figur yang tepat di posisi yang tepat (the right man on the right place).
Kehadiran pejabat baru dengan ritme kerja tinggi di Disperindag terbukti mampu mentransformasi potensi daerah menjadi prestasi nyata yang dirasakan langsung dampaknya oleh para pelaku usaha dan masyarakat luas.
Pencapaian Disperindag sebagai “bintang kejora” ini idealnya menjadi role model dan pemicu semangat bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Kabupaten Sinjai.
Komitmen Bupati Sinjai dalam mereformasi birokrasi telah menyediakan wadah dan momentum, kini giliran para pejabat yang telah dilantik untuk membuktikan kapasitasnya. Ke depan, konsistensi kinerja dan sinergi antar-OPD akan menjadi kunci utama untuk membawa Kabupaten Sinjai ke arah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.
No comments yet.